Cinta Level 40

Assalamulaikum...

Masih ingat Cinta Menara TM.kalau lupa click je sini.Saya pernah berjanji untuk menyambung bercerita tentang kisah cinta mereka dan sekali lagi saya berbesar hati menamakan kisah mereka Cinta Level 40!!! Dimana ya ingin saya mulai kisah mereka,oh ya apa kata saya teruskan saja dengan kisah perkahwinan mereka ala-ala malu-malu kucing gitu. 

Kami lima beradik tiri (saya,ceni,lolin,fifi,bai)memang merancang untuk menghadiri majlis akad nikah yang akan dilangsungkan selepas isyak.Tema pakaian kami lima beradik adalah jubah. So memang sepakat dah malam tu pakai jubah HITAM.

Dan akhirnya sahabat kami Nasuha ariyani sah bergelar isteri kepada Muhammad Ammar’ tapi tak ingat berapa kali lafaz.HEHEHE Kami sentiasa doakan dia bahagia dunia akhirat.Semoga menjadi isteri yang solehah,menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya kelak.InshaALLAH. Dia sahabat yang kami sayangi. 



Mungkin kerana persahabatan ini telah lama terjalin,semakin membuatkan kami mengenali antara satu sama lain.Kenangan berkawan dari UITM Machang sehinggalah ke UITM Puncak Perdana. Terpisah seketika bilamana masing-masing menjalani Praktikal.Awa,ceni,zezek dan Fifi di Perpustakaan UiTM Kelantan manakala saya jauh terpisah di Ungku Aziz resource Centre,KLMU. Tapi itu hanya sementara bila dia kembali bersama di Kotaraya mencari kerja.Apabila tamat praktikal saya masih di KL mencari kerja dan awa datang KL bekerja sebagai kerani sementara.Dia pernah cakap gaji dia dapat entah berapa sen je sebulan tapi itulah dia seorang yang gigih berusah.Gigih mencari rezeki tanpa mengenal wang ringgit. 

Setelah beberapa minggu menganggur akhir dia ada bagi saya nombor telefon kerja sebagai customer service executive.Dalam hati berdetik macam best kerja ini. Setelah menghubungi nombor tersebut kami sepakat untuk pergi temuduga bersama-sama.saya,awa dan seorang lagi teman praktical saya wan husna. Saat ditemuga sangatlah mendebarkan kami.Mengikut perkiraan saya ini adalah temuduga PERTAMA saya selepas bergelar graduan. AKhirnya mereka BERJAYA temuduga itu dan malang sekali saya GAGAL. 

SEDIH.KECEWA.PUTUS ASA!!! 

Itu yang saya rasa ketika itu. Mereka banyak bagi kata-kata semangat.

Kenapa saya gagal masa di temuduga?

Sebab dah takdir..

Emm...sempena kejayaan mereka yang lulus temuduga itu kami seterusnya ke Wangsa Walk.Nak celebrate la tu..huhuuu..Nak nyanyi-nyanyi la pulak dahla hati sekarang tengah berduka nestapa.Layankan je masuk nyanyi-nyanyi pakai baju kurung sebab baru balik temuduga kan.

Tapi bila teringat balik tentang temuduga tu rasa kecewa sangat tapi nasib baik saya masih diberi peluang ke dua untuk sekali lagi di temuduga keesokan harinya.Hoyeahhh!!!

Dan Saya Berjaya Tuan-tuan,Puan-puan!!!
________________________________________________________________________

Kisah kami bermula sebagai Customer Service Executive untuk product streamyx(TM).
Tapi kami diwajibkan menjalani latihan selama 2 bulan sebelum layak bergelar (CS).

Penat doo duk ulang benda yang sama.

"Thank You for calling TM,Fisha speaking,How may I assist you."

Hahaa...nama saya pun dah bertukar jadi Fisha.Oh my english!!!

Tempat pertama kami untuk menjalani latihan adalah di Semua House KL seterusnya ke Menara Telekom Bangsar dan ke Menara Vads di Taman Tun Dr.Ismail KL.

Suka duka menjalani latihan ini amatlah banyak.Nanti ada masa saya story-story lagi k.
sekarang ini tangan pun rasa dah penat sangat.

Kami tak sempat pun bergelar CS sebab susah sangat nak belajar benda ni.Sampai lebam otak duk hafal semua pasal sreamyx.

Kami memang tak nak otak kami lebam so keputusan di capai untuk cabut ataupun dalam erti lain kami nak berhenti kerja.hahhahhaa...


So kami hanya sempat sampai ke Menara Telekom je.Khidmat kami terhenti disana.
Sebenarnya kami nak berhenti sebab tak larat dengan shift yang entah pape tu..

kalau shift malam start kerja dari jam 5 ptg sampai 12 malam.Kadang-kadang jam 1 pagi.
kalau yang shift malam saya dengan si awa ni naik motor.

Malam-malam buta balik kerja naik motor memanglah amat menyeramkan.
Hanya Allah saja yang tahu hati kami.

Tentulah ada yang temankan kami balik.hahahahaha.(Masa ni rasanya putik-putik cinta dah terbit di hati mereka..dah tumbuh mekar mewangi..eceh)

Sehinggalah ke hari ni mereka telah bersatu sebagai suami isteri.

Sekian...






Add caption

Ku ingin kesana

Impian setinggi gunung .Ya benar memang benar aku punya impian.Punya cita-cita yang tinggi. Ingin menakluki seluruh dunia.Menjejakan kaki ke dunia Eropah.Sungguh aku benci dan cemburu melihat ramai pelancong dari Eropah menawan bumi Malaysia.

Ya,darah penjajah di tubuh mereka tidak pernah hilang meskipun hari berganti hari. Inginku menapak jejak ke Bumi Eropah,mencari sisa-sisa sejarah Islam yang terdampar disana. Siapa yang tidak ingin melihat Menara Eiffel,Tembok Berlin,Konser Mozart,Stadium Bola San Siro,Colosseum Rom? Sungguh aku teringin. 

Seorang teman pernah menyatakan hasratnya kepada aku.. “Aku ingin sangat ke Turki.” “Kenapa Turki?”Soalku. “Turki sebuah Negara yang sungguh unik,di sana kamu bisa melihat dua peradaban yang berbeza.Sebab ianya ialah sebuah negara Eurasia di Timur Tengah yang terletak di antara benua Eropah dan Asia.Budaya Eropah dan Asia ada disana.Dua gabungan budaya yang sungguh unik.”Ujarnya. 

Jika suatu hari nanti diizinkan Allah aku pasti sampai ke sana. Janji Allah itu pasti jika kita berusaha. Tapi izinkan aku mulai langkah di Bumi Istanbul~Madinah~Makkah


Seterusnya ke Bumi Eropah yang penuh misteri itu…

Assalamualaikum...

Saya akui bukanlah seorang pembaca yang cepat menghabiskan bahan bacaan saya tetapi jika sesuatu bahan bacaan itu menarik minat saya pasti tak sampai beberapa hari saya mampu menghabiskannya.

Buku terbaru yang sedang dalam proses pembacaan adalah “99 Cahaya di langit Eropa:menapak jejak Islam di Eropa karya HANUM SALSABIELA RAIS.

Sebenarnya buku tersebut hadiah seorang teman yang sedang menuntut di Indonesia dan sekarang sedang menjalani latihan pratikal di salah sebuah hospital di Bandung.

Terima kasihat sahabatku..

Saya sendiri tidak pasti samaada buku ini ada dijual disini atau tidak tapi yang pasti buku ini sangat sesuai untuk bacaan kita semua.





Sinopsis untuk dikongsi:

Buku ini adalah catatan perjalanan atas sebuah pencarian. Pencarian cahaya Islam di Eropa yang kini sedang tertutup awan saling curiga dan kesalahpahaman. Untuk pertama kalinya dalam 26 tahun, aku merasakan hidup di suatu negara dimana Islam menjadi minoritas. Pengalaman yang makin memperkaya spiritualku untuk lebih mengenal Islam dengan cara yang berbeda.

Aku dan Fatma mengatur rencana. Kami akan mengarungi jejak-jejak Islam dari barat hingga ke timur Eropa. Dari Andalusia Spanyol hingga ke Istanbul Turki. Dan entah mengapa perjalanan pertamaku justru mengantarkanku ke Kota Paris, pusat ibukota peradaban Eropa.

Di Paris aku bertemu dengan seorang mualaf, Marion Latimer yang bekerja sebagai ilmuwan di Arab World Institute Paris. Marion menunjukkan kepadaku bahwa Eropa juga adalah pantulan cahaya kebesaran Islam. Eropa menyimpan harta karun sejarah Islam yang luar biasa berharganya. Marion membukakan mata hatiku. Membuatku jatuh cinta lagi dengan agamaku, Islam. Islam sebagai sumber pengetahuan yang penuh damai dan kasih.

Museum Louvre, Pantheon, Gereja Notre Dame hingga Les Invalides semakin membuatku yakin dengan agamaku. Islam dulu pernah menjadi sumber cahaya terang benderang ketika Eropa diliputi abad kegelapan. Islam pernah bersinar sebagai peradaban paling maju di dunia, ketika dakwah bisa bersatu dengan pengetahuan dan kedamaian, bukan dengan teror atau kekerasan.

Perjalananku menjelajah Eropa adalah sebuah pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan oleh Islam di benua ini. Cordoba, Granada, Toledo, Sicilia dan Istanbul masuk dalam manifest perjalanan spiritualku selanjutnya.

Saat memandang matahari tenggelam di Katedral Mezquita Cordoba, Istana Al Hambra Granada, atau Hagia Sophia Istanbul, aku bersimpuh. Matahari tenggelam yang aku lihat adalah jelas matahari yang sama, yang juga dilihat oleh orang-orang di benua ini 1000 tahun lalu. Matahari itu menjadi saksi bisu bahwa Islam pernah menjamah Eropa, menyuburkannya dengan menyebar benih-benih ilmu pengetahuan, dan menyianginya dengan kasih sayang dan toleransi antar umat beragama.

Akhir dari perjalananku selama 3 tahun di Eropa justru mengantarkanku pada titik awal pencarian makna dan tujuan hidup. Makin mendekatkanku pada sumber kebenaran abadi yang Maha Sempurna.

Aku teringat kata sahabat Ali RA:

Wahai anakku! Dunia ini bagaikan samudra di mana banyak ciptaan ciptaan Nya yang tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal kapal yang menyelamatkanmu. Kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayung kapalmu,ilmu pengetahuan sebagai nahkoda perjalananmu; dan kesabaran sebagai jangkar dalam setiap badai cobaan.(Ali bin Abi Thalib RA)

Begitula synopsis yang diceritakan oleh sang penulis.InshaAllah saya cuba menghabiskan bacaan saya.

Moga-moga saya bisa menjejakkan kaki ke Bumi Eropa suatu hari nanti..InshaAllah..

Maggi ketam yang sedak lagi lazat..oh yeah!!


Maggi ketam ni dah jadi talk about dish di Kelantan. First heard about this dish last year from my ex-office mate. Then bila balik kg try tanya my brother and nak suruh dia tolong belikan tapi last2 I sendiri yang terjmpe masa p besut tyme raya baru-baru nie..and Im so hepi sebab dapat gak merasanya…Sedap memang sedap and I think you all shoud try,tak rugi tau..Tula dia meggi ketam sedap hingga menjilat jari tau..







Pesanan Khidmat masyarakat:


Cara makan maggi ketam ni ialah makan maggi dulu yer..ketam kemudian. Ini utk mengelakan maggi dari kembang semangkuk!! Heheh..



@kuepelita's blog. Powered by Blogger.